Dimasa lalu Penganten Semarangan ini disebut Penganten Kaji karena penganten pria mengenakan mirip surban yang biasa dikenakan oleh haji yang dinamakan “Kopyah Alfiah” dengan cunduk mentul satu buah. Sedangkan calon penganten wanita disebut Model Encik Semarangan yaitu istilah yang berasal dari perpaduan antara Cina dan Arab. Tidak seperti penganten Solo maupun Yogya, pada penganten Semarangan penganten pria mengenakan celana panjang komprang dengan payet dibagian bawahnya, sedangkan baju atasnya berupa baju berlengan panjang yang tertutup sampai ke leher (Kraag Shanghai).
Dalam prosesinya, tidak ada acara injak telur atau lempar sirih tetapi iring-iringan rebana berjumlah minimal 20 orang yang menyertai kedatangan penganten pria. Setelah acara temu kedua mempelai didudukan dipelaminan dan setelah 10 menit mempelai pria boleh meninggalkan pelaminan sementara mempelai wanita terus duduk samapai acara berakhir.
Sumber : http://www.semarang.go.id